Rabu, 17 Juni 2015

TEMUKAN MINIONS BERBAHASA INDONESIA!

Sutradara Despicable Me 2 Pierre Coffin menyatakan kalau bahasa dan budaya Indonesia telah ia suarakan dalam karakter minions di film produksi Hollywood tersebut. Bersama Chris Renaud,  makhluk lucu dengan tubuhnya yang seperti pil berwarna kuning, bermata besar, berkacamata bulat, dan mengenakan celana monyet atau overall ini diarahkan oleh anak dari novelis Indonesia yang kini tingal di Perancis itu.

“Setiap kata-kata lucu saya gunakan dengan cara menarik. Mungkin Anda mendengar ada kata 'Terima kasih', diantaranya," tutur Pierre dilansir VOA Indonesia, Minggu (21/7).

Kalau diperhatikan lagi_nonton tanpa subtitle, kita bakal mendengar kalau para minion juga meneriakan kata “santai” dengan sangat lucu di adegan atau scene saat mereka ditampung untuk diubah menjadi monster atau penjahat.

Nah, kalian nemu kata apalagi di film yang pernah menjuarai box office dalam beberapa minggu kemarin? Kalau kata Pierre, sulitnya mennemukan sleipan bahasa Indonesia karena ada  pencampuran bahasa lainnya, seperti Spanyol, Italia, Inggris dan juga Yunani. Hasilnya, bahasa yang dilafalkan para minions pun jadi aneh sekaligus lucu dan unik. 

"Campuran berbagai bahasa yang aku sukai, seperti Spanyol, Italia, Inggris, Indonesia dan juga Yunani. Sebenarnya yang ditekankan adalah resonansi suaranya. Bahasa minions nggak bisa dimengerti, tapi bisa diketahui dari bagaimana suaranya, proyeksinya, dan membaca kalimatnya,” terangnya lagi.

Nonton ulang seru kali ya, sambil ngabuburit cari kata-kata bahasa Indonesia!

Sumber: www.hai-online.com

APA 3 ALASAN INI MEMBUKTIKAN PENDARATAN DI BULAN ADALAH PALSU?

Banyak yang mempertanyakan kebenaran mendaratnya Apollo 11 di Bulan pada tahun 1969.

Dalam suatu polling  yang ditemukan di Amerika, sebanyak 20% dari total masyarakat Amerika Serikat sendiri nggak percaya bahwa pendaratan pertama di Bulan yang dilakukan Neil Armstrong itu benar. Akhirnya beragam spekulasi muncul, di antaranya disebabkan dari beberapa temuan berikut:

Benda misterius yang tampak pada foto diduga merupakan lampu yang digunakan untuk proses pengambilan gambar di studio.
1.  Setelah foto yang memperlihatkan astronaut mendarat di bulan, para ahli teori dengan cepat menemukan bayangan benda misterius yang terlihat di helm astronaut Apollo 11. Benda itu terlihat menggantung dengan tali atau kawat. Dugaan yang muncul adalah benda itu merupakan lampu yang biasa ditemukan pada proses pengambilan gambar di studio film. Hingga kini, alasan mengapa ada suatu benda yang dapat melayang di tengah atmosfer bulan itu masih menjadi teka-teki.
2.  Dalam rekaman video yang memperlihatkan bendera Amerika yang ditancapkan di atas permukaan bulan oleh Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, terlihat bahwa bendera tersebut seakan berkibar seperti terkena hembusan angin. Hal itu melahirkan keraguan teoritikus. Pasalnya, tidak ada udara di atmosfer bulan. Menurut NASA, sebab mengapa bendera Amerika itu terlihat berkibar adalah karena kusutnya bendera setelah disimpan dalam tabung sebelum dikeluarkan untuk ditancap di permukaan Bulan.

Batu di bulan dengan huruf C simetris. 

3.  Dari sekian banyak foto yang memperlihatkan pendaratan di Bulan, salah satu yang paling terkenal adalah foto yang menunjukkan sebongkah batu dengan huruf C tertera di atasnya. Peneliti menduga bahwa batu itu hanyalah bagian dari properti, dengan simbol huruf C dituliskan oleh kru sebagai tanda. Bentuk huruf C yang sangat simetris menimbulkan keraguan apakah batu itu memang berasal dari Bulan.

Sumber: www.hai-online.com

JANGAN DIBUKA! 10 SPOILERS FILM MINIONS

Adegan intro "Universal"
Di awal film, kita akan mendengar intro di mana logo rumah produksi film (universal) ditampilkan dan jingle khas minions dan dinyanyikan oleh pengisi suara Minions. Belum mulai aja, kita udah ketawa! Jangan sampai lewat!

Adegan foto di Bulan
Perjalanan minions mencari “boss” ternyata melewati satu momen yang lagi marak dibicarakan public Amerika Serikat. Ini terkait dengan salah satu teori konspirasi dunia yang sampai sekarang masih menyisakan pertanyaan, yakni pendaratan manusia pertama di Bulan. Baca Pada Artikel Berikutnya: 3 Bukti Alasan Pendaratan di Bulan Palsu?  
Nah, ada teori yang bilang kalau Amerika Serikat sebenarnya cuma foto di sebuah studio dengan latar luar angkasa. Dan... adegan itu dimunculkan di film Minions yang menunjukkan behind the scene kalau lagi ada pemotretan dengan latar Bulan. Hihihi meskipun minions Cuma lewat, bagi beberapa yang sadar bakal ngeh sama kejadian ini.

Parodi Tokoh Dunia
Nah... Jangan sampai kita kelewatan nonton adegan di mana tokoh-tokoh dunia muncul dalam tayangan sekelebat mata, tapi konyol dan menggelikan. Beberapa tokoh dunia itu antara lain mantan majikan Minions yang merupakan para tokoh legendaris contohnya: Napoleon Bonaparte, Ratu Elizabeth II, tapi dalam perjalanan minions hijrah juga ada The Beatles, Neil Armstrong dan lain sebagainya.

King Bob
Tebak siapa Minion yang pernah menjadi raja Inggris? Yap, tidak lain dan bukan adalah hanya Bob alias King Bob. Hehehe. Bukan lantaran berhasil menjalankan misi dari “boss” Scarlet Overkill (Sandra Bullock), Bob dijadikan raja, tapi karena dia berhasil dengan konyol mencabut pedang legendaris yang tertanam di batu depan istana, makanya Ratu Elizabeth II menyerahkan tahta kerajaan pada Bob. (SPOILER ABESS)
Nah, pada saat menyampaikan pidatonya, wara Britain nggak ada yang ngerti sama bahasa minion satu ini. Kecuali saat meneriakan “King bob!”. Oke, sampai di sini aja!

Ada Bahasa Indonesia Lagi: Terima kasih, siapa kau, kemari
Setengah darah Indonesia, siapa yang belum tahu juga kalau Pierre Coffin, salah satu sutradara di film ini, yang sekaligus juga merupakan kreator dari Minions adalah anak dari pasangan suami istri, Yves Coffin, diplomat Prancis dan sastrawan lokal ternama, NH Dini.
Makanya, Pierre selalu memasukkan kalimat-kalimat bahasa Indonesia, ke dalam bahasa para Minions, yang sebenarnya nggak terlalu jelas didengar, sih. Tapi kalau mau diperhatikan dengan saksama, maka kita akan dengan jelas mendengar kata “Kemari”, “Siapa kau?” atau “Terima Kasih” berkali-kali.

 Nah, pengucapan campuran bahasa itu memang terdengar sangat lancar, karena memang Pierre sendiri yang mengsisi suara ketiga tokoh utama Minions, Bob, Stuart dan Kevin. Keren! Baca Pada Artikel Berikutnya: Kamus Mini Bahasa Minions

Kevin Jadi Raksasa
Kalau si lugu Bob aja bisa menjadi raja Inggris dadakan, katanya hanya beberapa jam, maka Kevin yang juga tanpa sengaja masuk ke markas Scarlet dengan menekan tombol di salah satu alat penjahat membuat tokoh utama terjangkung ini jadi membesar. Layaknya ngeliat Iron Man yang punya Heavyweight Armor , maka Kevin setelah diproses mesin berwujud Kevin Raksasa. Adegan di sini Action abesss!
Minions Nggak Bisa Mati?
Dalam adegan Kevin yang berubah wujud menjadi Kevin Raksasa, Scarlet overkill menjadi gampang menyasar senjata ke tubuh Kevin. Selain ada sisi humor saat kevi berada dinatara kepadatan kota Inggris, adegan ini mengingatkan kita sama film-film superhero dan Kevin terkesan heroik sekali, apalagi saat ia menelan bom besar yang dilemparkan Scarlet demi menyelamatkan teman-temannya. Bom itu sampai akhir masih ada di tubuh Kevin, lantas apakah Kevin berhasil menyelamatkan dirinya dan benarkah kabar adanya kalau bangsa Minion tidak mudah untuk mati?

Stuart sang Musisi
Kalau Bob sukses jadi King meski sebentaran, dan Kevin jadi jagoannya, lain lagi sama Stuart yang sanggup mengembalikan tahta Ratu Elizabeth II. Dia pun dianugerahi hadiah, tadinya sih mainan, makanya Stuart yang berjiwa seni jadi sedih cuma dapat salju-saljuan, hehehe, ternyata Ratu Elisabeth punya selera humor di sini, dia cuma becanda sebab hadiah sejatinya adalah Stuart mendapat gitar listrik dengan suara senar yang dahsyat. Saat Stuart membetot gitar, maka disitulah bakatnya sebgai musisi diperlihatkan! Tapi lagi-lagi karena over excited, hehhee nggak mau spoiler deh, biar kalian ngakak sendiri!

Muncul Gru Kecil
Yap, di akhir cerita, Gru kecil bakal muncul! Ketika tahta kerajaan Inggris kembali ke semula, Kevin merasa kalau ia merasa hampa lagi karena nggak ada majikan penjahat atau "boss", Makanya, ada secret ending yang  tiba-tiba Gru kecil muncul dan menarik perhatian Minions. Di situlah mereka bertemu Gru pertama kali. Yeay!

Lagu 80-an
Meski bersetting Amerika dan Inggris 1960-an, ternyata musik-musik yang disajikan dalam film Minions adalah musik bertema 80-90an lho! Lagu seperti Same Old Song and Dance (1974) dari Aerosmith dan Under Pressure (1982) dari Queen ada di album soundtrack film yang tayang 17 Juni 2015 ini. Lainnya ada lagu This Bastard's Life dari Swingin' Utters, Break On Through (To the Other Side)-nya The Doors, dan Lighting Up the Tunnel-nya Owl City.

Sumber: www.hai-online.com

Selasa, 16 Juni 2015

10 Hal sering diremehkan ketika Ramadhan

Pemandangan yang hampir pasti kita saksikan pada setiap bulan Ramadhan berupa sambutan kaum muslimin terhadapnya dengan berbagai kegiatan dan amalan, senantiasa mengiringi kegembiraan dan kebahagiaan mereka pada bulan mulia ini. Memang, bulan mulia yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan ini benar-benar patut untuk disyukuri.
Ya! Kita harus bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya kepada kita pada bulan mulia ini. Bersyukur kepada-Nya dengan berusaha memperbagus dan memperbanyak amal ibadah yang disyariatkan untuk dilakukan pada bulan ini.
Bulan Ramadhan senantiasa berulang pada setiap tahun. Kaum muslimin pun telah terbiasa dengan rutinitas amalan yang mereka lakukan padanya. Mulai dari amalan ibadah puasa, shalat Tarawih, memberi makan buka, membaca Al-Quran, dan lain sebagainya.
Namun sayang, rutinitas yang telah mereka “hafal” ini tidak sedikit darinya yang kurang bernilai ibadah. Atau, jikapun rutinitas itu bernilai ibadah, masih saja ada “kotoran-kotoran” yang merusak ketinggian nilai ibadah. Hal ini tidak jarang disebabkan karena banyak di antara kaum muslimin yang meremehkan hal-hal penting yang harus diperhatikan pada bulan Ramadhan.
Di antara hal-hal penting yang harus diperhatikan itu:
1- Mengilmui ibadah di bulan Ramadhan.
Ilmu adalah pintu kebaikan. Siapa pun yang menghendaki kebaikan, dia harus memulai dengan ilmu. Maka seorang muslim yang ingin meraih kebaikan bulan Ramadhan, pastilah dia harus mengilmui ibadah yang dilakukan di bulan ini. Mengilmui tentang puasa, tentang tata cara shalat Tarawih, tentang membaca Al-Quran, i’tikaf, zakat dan ibadah-ibadah lainnya.
Sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang meremehkan hal ini. Padahal, jika mereka melakukan ibadah tanpa ilmu, bisa jadi ibadah yang mereka lakukan akan menjadi sia-sia, tidak diterima oleh Allah —ta’ala –. Akhirnya, kita pun banyak melihat bermunculan berbagai perkara ibadah yang tidak dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya — shollallohu ‘alaihi wa sallam — di bulan mulia ini. Sehingga apa yang mereka harapkan menjadi kebaikan, berbalik menjadi kerugian semata. Semoga Allah melindungi kita dari hal ini.
2- Niat ikhlas dalam puasa.
Puasa adalah ibadah yang sangat agung di bulan suci ini. Sampai-sampai Allah pun mengkhususkan ibadah ini hanya untuk-Nya. Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — bersabda,
قَالَ اللهُ عز وجل كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَام ، فَإنَّهُ لِي وَأنَا أجْزِي بِهِ
“Allah ‘azza wa jalla berfirman, semua amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya.” (Muttafaq ‘alaih)
Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu ibadah, selain harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam –. Sehingga jika kita ingin puasa kita diterima, pertama kita harus mengikhlaskan puasa kita hanya karena Allah, bukan karena ikut-ikutan rutinitas manusia atau karena niat yang lain. Selain itu, puasa kita harus sesuai dengan tuntunan atau tata cara puasa Rasulullah —shollallohu ‘alaihi wa sallam –. Dan ini, tentu menuntut kita untuk memperhatikan poin pertama yang kami sampaikan di atas, yaitu ilmu.
Sekadar mengingatkan, bahwa yang dimaksud dengan niat adalah kehendak dalam hati untuk melakukan sesuatu amalan. Sehingga dalam tuntunan Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam –, niat untuk ibadah tidak perlu diucapkan dengan lisan, termasuk di antaranya niat untuk berpuasa.
3- Yang wajib lebih utama dari yang sunah.
Semangat yang menggebu terkadang menjadikan seseorang lalai dengan skala prioritas yang harusnya diperhatikan. Inilah yang sering kita saksikan pada bulan ini. Kaum muslimin terkadang lebih memerhatikan yang sunah dengan melalaikan yang wajib. Padahal seharusnya yang wajib harus lebih diperhatikan dari yang sunah, sedangkan yang sunah diusahakan tidak ditinggalkan.
Sebagai contoh, kita lihat kaum muslimin berbondong-bondong shalat Tarawih berjamaah ke masjid sampai membuat masjid tak muat, padahal shalat Tarawih tidak termasuk dalam shalat wajib. Namun sayang, mereka lupa atau lalai shalat berjamaah di masjid untuk lima shalat waktu yang notabene adalah shalat wajib.
Akan lebih parah lagi, jika ada seorang muslim yang lebih memerhatikan hal yang mubah-mubah saja dari pada hal yang wajib. Atau bahkan lebih parah dari itu, memerhatikan hal yang makruh atau haram dengan melalaikan yang wajib. Na’udzu billah min dzalik.
4- Mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.
Yang ini, nampaknya banyak dianggap remeh oleh sebagian kaum muslimin. Di antara mereka ada yang makan sahur jauh sebelum waktu sahar (akhir waktu malam menjelang terbit fajar). Bahkan di antara mereka ada yang sama sekali tidak makan sahur. Lalu ketika berbuka pun di antara mereka ada yang mengakhirkannya sampai menjelang Isya. Semacam ini tentu saja bertentangan dengan tuntunan Nabi —shollallohu ‘alaihi wa sallam –.
Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — bersabda, “Makan sahurlah, karena ada berkah dalam makan sahur.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan disebutkan pula dalam hadits Muttafaq ‘alaih (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) bahwa antara makan sahur Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — dengan adzan shubuh berselang sekitar bacaan 50 ayat al-Quran.
Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — juga bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahlul kitab adalah makan sahur.” (Riwayat Muslim)
Adapun tentang menyegerakan berbuka, Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam – bersabda, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka masih menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan yang dimaksud menyegerakan berbuka di sini, segera berbuka setelah terbenam matahari. Karena jika seseorang menyengaja berbuka sebelum terbenam matahari padahal dia tahu, maka puasanya tidak sah alias batal.
5- Mulianya waktu.
Keagungan waktu dan urgensi memerhatikannya, sudah tidak kita ragukan lagi. Sampai-sampai ada yang mengatakan, “waktu bagaikan pedang, jika tidak kau patahkan dia yang akan menebasmu.” Maksudnya, jika waktu ini tidak kita manfaatkan untuk hal-hal yang baik, niscaya dia bisa menjadi bumerang yang mencelakakan kita.
Nah, di bulan mulia ini, kemuliaan waktu menjadi jauh lebih mulia dari biasanya. Namun sekali lagi sayang, banyak kaum muslimin yang lalai akan hal ini. Mereka menghabiskan waktunya di bulan Ramadhan untuk perkara kesenangan jiwa belaka. Dengan bercanda ria, berjalan-jalan, tidur, ngobrol, begadang, dan seterusnya. Padahal jika mereka mau memanfaatkannya untuk ibadah seperti membaca Al-Quran, berdzikir atau yang lain, maka sesungguhnya di bulan ini amal ibadah kita dilipatgandakan pahalanya.
6- Ramadhan bulan doa.
Di antara rahasia yang sering dilalaikan, bahwa Ramadhan adalah bulan doa. Dalam surat al-Baqarah ayat 186, Allah menyebutkan sebuah keterangan tentang doa. Bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya, dan Dia mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Nya. Jika diperhatikan, ayat ini Allah sampaikan di tengah-tengah ayat tentang puasa. Hal ini menunjukkan –sebagaimana dijelaskan para ulama – bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berdoa.
Terlebih lagi Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — telah bersabda, “Tiga doa yang tidak akan ditolak; doa seorang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, doa orang yang bersafar.”(Dihasankan al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3032)
7- Antara hemat dan sedekah.
Di antara keistimewaan amalan Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam – di bulan Ramadhan, beliau –shollallohu ‘alaihi wa sallam – lebih banyak bersedekah dibandingkan bulan-bulan lainnya. Padahal beliau adalah orang yang paling dermawan di bulan-bulan yang lain. Nah, tentunya ini menjadi dorongan bagi kita sebagai umat beliau — shollallohu ‘alaihi wa sallam –, untuk lebih banyak bersedekah di bulan Ramadhan.
Anjuran untuk bersedekah ini tentu menuntut kita untuk lebih berhemat dalam menggunakan harta untuk keperluan duniawi. Inilah hal yang mungkin banyak dilalaikan. Yang sering terjadi malah sebaliknya, pengeluaran untuk urusan duniawi; untuk membeli makanan sahur dan buka, dan juga untuk membeli perlengkapan menyambut lebaran, lebih diperhatikan dari pada pengeluaran untuk sedekah.
8- Keagungan malam-malam terakhir.
Ada fenomena yang perlu dikoreksi. di awal-awal Ramadhan mereka bersemangat melaksanakan ibadah seperti shalat Tarawih, membaca Al-Quran dan sebagainya. Namun semakin mendekati akhir Ramadhan, mereka mulai “lemas” dalam ibadah. Masjid-masjid yang tadinya penuh dengan jamaah, kini tinggal dua atau tiga shaf saja. Padahal Allah lebih mengagungkan malam-malam terakhir Ramadhan dibandingkan sebelumnya. Dan Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — pun bertambah giat dalam beribadah jika telah memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
9- I’tikaf.
Di antara sunnah (ajaran) Nabi — shollallohu ‘alaihi wa sallam — yang banyak dilalaikan oleh kaum muslimin adalah i’tikaf. Berdiam di masjid dan tidak keluar darinya, dalam rangka mengkhususkan diri untuk ibadah kepada Allah — ta’ala –. Ibadah ini merupakan kebiasaan yang dilakukan Nabi — shollallohu ‘alaihi wa sallam — pada 10 hari terakhir Ramadhan. Ibadah yang mulia ini sering tidak bisa dilakukan oleh kaum muslimin, karena mereka sibuk dengan persiapan menyambut hari raya. Seolah-olah, mereka sangat gembira dengan hampir selesainya bulan Ramadhan. Padahal para pendahulu kita yang shalih, merasa sedih ketika harus berpisah dengan bulan mulia ini. Lalu di manakah posisi kita dibandingkan mereka?
10- Jangan lupakan tujuan puasa.
Kita semua tentu tahu tujuan agung ibadah puasa. Namun, apakah kita sadar ketika Ramadhan telah berlalu, sudahkan kita mencapai tujuan itu? Ketakwaan, sebagai tujuan dari ibadah puasa, tidak hanya dituntut pada bulan Ramadhan saja. Bahkan ketakwaan harus senantiasa diusahakan mengiringi kita di mana pun dan kapan pun. Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — bersabda, “Bertakwalah kamu di mana atau kapan pun kamu berada.” (Riwayat at-Tirmidzi)
Semoga, Ramadhan kali ini benar-benar menjadikan kita orang yang bertakwa di mana pun dan kapan pun kita berada, sampai Allah mewafatkan kita. Wallahul muwaffiq.
Sumber: majalahsakinah.com

3 Hal Ini Bisa Bikin Sukses Wawancara Kerja


Rasa gugup dan cemas seakan telah menjadi hal yang lumrah setiap kali pelamar akan memasuki sesi wawancara kerja. Maklum, di banyak perusahaan sesi ini menjadi penentu apakah Anda diterima atau tidak.
 
Bagi Anda yang juga masih ketar-ketir saat menghadapi wawancara kerja, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui terlebih dulu. Seringkali di beberapa sesi wawancara kerja,  ada juga pengecualian di mana kemampuan dan keahlian menjadi urutan terakhir dalam proses perekrutan. 
 
Lantas apa saja yang bisa menjadi indikator diterimanya seseorang bekerja di sebuah perusahaan? Ini dia tiga hal yang dapat membuat Anda sukses melakukan wawancara kerjaseperti dilansir dari Career Realism, Rabu (17/6/2015):
 
1. Keunikan
 
Dalam wawancara kerja, keunikan dan perbedaan dapat menjadi hal yang sangat positif dan berubah menjadi nilai jual yang luar biasa. Sebagian besar atasan mengatakan, perbedaan dan keunikan yang muncul dalam diri pelamar kerja merupakan salah satu alasan utama yang membuatnya direkrut.
 
Perbedaan tersebut bisa termasuk memiliki satu set kemampuan khusus, sarjana, dan pengalaman kerja. Selain itu, keunikan juga bisa cenderung pada kreativitas dan praktek kerja.
 
Saat atasan melihat ada perbedaan positif dalam wawancara kerja, Anda pasti akan melaluinya dengan sukses.
 
2. Percaya diri
 
Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor pendukung suksesnya wawancara kerja. Kepercayaan diri juga dapat menjadi kesalahan jika Anda menunjukkannya dengan tingkat sangat tinggi.
 
Kesuksesan pelamar kerja saat diwawancara tergantung pada tipe dan level kepercayaan dirinya.

3. Ramah
 
Jangan salah, bersikap baik dan rapah juga dapat menjadi nilai tambah yang luar biasa saat Anda melakukan sesi wawancara kerja. Apalagi terdapat beberapa pekerjaan yang memang mengharuskan Anda lebih bersikap ramah dalam berinteraksi.
 
Terkadang sikap ramah tersebut dapat berkontribusi positif pada pekerjaan dibandingkan hanya kerja keras semata.

Oleh: 
Sumber: Liputan6.com

Apa itu Spoiler dan Kenapa Itu Jadi Masalah yang Sangat Penting?


Jadi ceritanya sekarang ini lagi rame di social media orang marah-marah karena spoiler tayangan favorit mereka bertebaran di mana-mana. Yap, Game of Thronesakhirnya telah menyelesaikan season ke limanya yang sekali lagi bikin penggemar mereka terkejut dengan kematian salah satu karakter idola mereka yang mirip kayak pemain bassnya Coldplay. Ah yaudahlah ya karena spoiler udah di mana-mana, dan kayaknya kamu juga udah pada nonton, jadi MBDC kasih tau aja, Jon Snow mati!


Pertanyaannya adalah apakah spoiler itu masalah penting? Jawabannya nanti aja di akhir artikel. Sekarang mendingan kita menelisik terlebih dahulu tentang apa itu spoiler?

Spoiler Apaan Sih?

Kalau dari wikipedia sih spoiler berarti membeberkan jalan cerita dari sebuah cerita (bisa film, tv, buku, teater, musik, dsb) yang menyebabkan berkurangan kesenangan dalam membaca, menonton, atau mendengar cerita tersebut. Biasanya sih orang paling kesel kalau spoilernya itu yang berhubungan dengan ending film dan twist film.
Nah misalnya nih kamu udah nonton Game of Thrones trus temen kamu yang lain belum, trus kamu tiba-tiba nyeritain ke temen kamu kalau Jon Snow mati di akhir cerita. Maka kamu pun tergolong dalam orang-orang yang udah bikin spoiler. Dengan begitu apakah kamu bersalah? Bisa ya bisa nggak, karena menurut MBDC tipe orang yang ngasih spoiler itu ada macemnya:
1. Orang yang Dengan Sadar Ngasih Spoiler Demi KesenanganTipe tukang spoiler ini merupakan karakter yang paling jahat buat orang-orang yang nerima spoiler. Tipe ini biasanya akan lebih suka apa-apanya duluan. Ya karena kan mereka harus ngasih spoiler ke orang lain. Lantas hukuman apa yang pantas dikasih sama tipe orang yang satu ini? Ya terserah kamu aja sih, yang penting bertanggungjawab aja.
2. Orang yang Gak Sengaja Ngasih Spoiler Karena Terlalu AntusiasTipe yang satu ini maksudnya mungkin baik buat mempromosikan film atau acara tv yang menarik atau mungkin disukain sama banyak orang. Nah karena saking antusiasnya terkadang tipe orang yang kayak gini suka kelepasan nyeritain hal-hal dalam film atau acara tv secara menditail. Lantas hukuman apa yang pantas dikasih sama tipe orang yang satu ini? Ya terserah kamu juga sih, tapi sih lebih enaknya ditoyor dikit aja.
3. Media Massa/KritikusTipe ini paling banyak dijumpai saat ini dan yang paling sering ngasih spoiler. Memang sih kebutuhan mereka mungkin buat ngereview film atau acara tv yang udah ditonton, dan terkadang mereka harus masukin hal-hal penting dalam film atau acara tv tersebut biar review atau tulisan mereka lebih mendalam. Tapi sebenernya buat kasus tipe terakhir ini permasalahannya udah terpecahkan dengan disertakannya tulisan SPOILER ALERT di judul biar lebih bijaksana gitu deh. Dan hal ini pun sudah diapprove sama salah satu dedengkot review Roger Ebert dengan sebuah tulisan berujudul Critics have no right to play spoiler. Lantas kalau ada Media Massa atau kritukus yang gak nyantumin Spoiler ALert dalam tulisan atau artikelnya padahal isinya memuat spoiler gimana dong? Ya terserah kamu aja sih mau diapain.

Siapa yang Dirugiin Dari Spoiler?

Pertanyaan yang sangat menarik. Siapa sih yang emangnya dirugiin dengan adanya spoiler? Kalau mau jawaban yang singkat dan cepat ya tentunya orang-orang yang mau nonton film ataupun acara tv tertentu. Ah masa? Emangnya para pembuat film atau acara tvnya gak ngerasa dirugiin juga gitu? Ya sejauh yang MBDC tau sih belum ada tuh film atau acara tv yang jadi gak laku gara-gara spoiler berkeliaran di mana-mana.
Walaupun begitu ada beberapa sutradara atau rumah produksi film yang tetap khawatir kalau filmnya dispoiler-in karena takut dikit yang nonton. Masalah ini sih bisa dianggap wajar kalau ngingat orang nonton film itu harus ngeluarin sejumlah uang tertentu. Nah kalau tiba-tiba kamu bocorin isi film tersebut bukan gak mungkin orang yang kamu bocorin jadi males buat nonton. Apalagi kalau filmnya itu yang punya twist macam Modus Anomali atau Psycho. Ya walaupun sebenernya banyak banget aspek dari film yang bisa jadi daya tarik dan menjual selain twist dan ending aja sih.

Trus Spoiler Masalah Penting Gak?

Kalau ngeliat belum adanya pihak pembuat film atau acara tv yang dirugikan dengan kehadiran spoiler, mungkin spoiler itu bukan masalah yang besar banget. Toh sekarang ini trailer film sendiri udah mulai suka nyempilin spoiler bukan? Tapi kalau mau diliat dari sisi kenyamanan konsumen yang dalam hal ini adalah penonton, spoiler jelas bisa jadi masalah yang lumayan penting. Yap karena menonton adalah sebuah pengalaman yang pengen kamu rasakan pertama kali tanpa adanya gangguan. Kamu ingin menemukan nilai magis dan kejutan-kejutan dari tontonan karena emang kamu temuin dan rasain sendiri bukan karena udah dikasih tau terlebih dahulu. Gini aja deh, gimana jadinya kalau dalam hidup ini ada orang yang selalu ngasih tau kamu tentang apa yang akan terjadi sama kamu? Gak menarik kan. Baik atau buruk, kejutan lah yang bikin hidup ini lebih berwarna. Lalu pantaskah penggemar Game of Thrones marah-marah karena mereka dikasih spoiler? Ya pantas-pantas aja sih. Kalau marahnya kemudian beralih jadi melakukan tindakan yang sama kayak yang diterima Jon Snow baru deh gak pantas.
Tapi spoiler ini emang masalah yang gak bakal bisa diselain sih. Kamu gak spoiler tapi temen kamu yang spoiler. Temen kamu gak spoiler, orang lain yang spoiler. Orang lain banyak yang gak spoiler, media massa yang spoiler. Intinya sih selama kamu masih hidup di dunia ini dan masih bergantung sama social media ya kamu gak bakal bisa lari dari SPOILER!
Sumber: malesbanget.com

Rabu, 10 Juni 2015

Kebiasaan yang Segera Harus Ditinggalkan

 Ini dia kebiasaan kecil yang harus segera lo tinggalkan...
1. Kebiasaan mencet klakson di jalan.
Lampu ijo, mencet klakson.
Macet, mencet klakson.
Marah, mencet klakson.
Ngambek, mencet klakson.
Bercanda, mencet klakson.
Laper, mencet klakson.
Putus, mencet klakson.
Di PHP-in,mencet klakson.
Makan bakpia keju, mencet klakson.
Mencet klakson. Mencet klakson. Pencet! Pencet!
NGGAK PAHAM!!!!
Apakah dengan memencet klakson, lampu ijo akan terus jadi lampu ijo, Apakah dengan memencet klakson bisa mengurangi kemacetan? Apakah klakson bisa memperbaiki hubunganmu dengan mantan mu? Bisakah? Bisa? Nggak? Bisa? Bisa nggak? Jelas nggak!
Nggak akan mengubah apapun selain berdampak menjadi hal annoying buat orang lain.
Jadi, sudah saatnya buat kita untuk sedikit mengurangi penggunaan klakson di jalan. Gunakan klakson sebijak mungkin. Karena pada dasarnya, di negara-negara maju, klakson digunakan untuk memperingati pengendara kurang tertib atau jika pengendara lain diprediksi akan menyebabkan kecelakaan. Bukan lagi sebagai suatu alat untuk menyatakan perasaan emosional. 
2. Kebiasaan Membanggakan Luar Negeri
“Eh keren nggak sepatu guah? dari Italia nih”
“Tas guah buatan Nigeria nih, alus kaya bulu dada”
“Idung guah buatan Korea nih, kece kan?”
“Muka guah buatan Kokondao nih~~~ rapih kan? kaya telapak tangannya Remedy Waloni, rapih”
“Gile doi lulusan luar negeri”
“Gokil! Dia pernah tinggal di luar negeri sih”
*Kokondao dimana juga kagak tau yang penting luar negri. Yang penting bukan berasal dari negara Indonesia.
Ada apa dengan orang Indoensia dan luar negeri? Kenapa ada dua orang Indonesia ngomong pake bahasa Inggris di dalam sebuah lift di sebuah mol di kawasan Jakarta? Kenapa ada dua orang Indonesia ngomong pake bahasa Jepang saat email-email-an? Apakah bahasa Inggris dan bahasa Jepang jauh lebih keren dari bahasa Indonesia?
Kenapa kita terlalu memuja-muja 'rumah' orang lain ketika banyak hal yang bisa kita lakukan di rumah kita? Kenapa nasionalisme kita berkurang? Apa karena negera kita nggak lebih baik? Kenapa nggak nyoba buat memerbaiki?
Mulai saat ini, cobalah untuk nggak usah membanggakan sepatu satu juta buatan luar negerih kalo lo belom ngasih kontribusi apapun ke diri lo sendiri ataupun ke negara lo sendirilah.
#yha #tsah
 3. Kebiasaan Meninggalkan Sisa Makanan/Minuman Berantakan
Berapa banyak di antara kita yang setelah meminum sebuah minuman dengan gelas plastik di sebuah kafé berusaha sendiri untuk membuang gelas plastik sisanya ke tong sampah?
Seberapa banyakkah di antara kita yang setelah makan, berusaha sendiri untuk membuang tisu-tisu bekas pakai ke tempat sampah?
Seberapa banyakkah petugas restoran atau kafé yang mengeluhkan meja-meja yang telah dipakai berantakan dengan tissu dan kertas dan rempah-rempah makanan?
“Kan emang udah ada petugasnya, kalo kita yang ngerjain terus mereka digaji buat apah?”
Tapi ga ada salahnya kita bertanggungjawab sama diri kita sendiri, termasuk sama apa yang udah kita lakuin, yeee kaaaaaaaan?
4. Kebiasaan “Sebat” dulu
“Okeh, sebat dulu ya baru jalan”
*terus abis sebat, jalanan udah macet, baru nyampenya tahun depan.
“Sebat dulu ya baru mandi”
*terus abis sebat, mati lampu, air mati, nggak bisa mandi.
“Sebat dulu ya baru makan”
*terus abis sebat, makannya udah dimakan gajah.
“Sebat dulu ya, baru ngelahirin”  
*terus abis sebat, pendaharahan.
Sebat dulu ya, sebat dulu ya, sebat dulu ya sampe meninggal. Harus berapa “bat” biar sampe kita jadi negara maju?
5. Kebiasaan Menyukai Hal-Hal Mistis
Ada gayung, disangkanya ada setan yang ngejatohin.
Ada jendela gerak dikit, disangkanya ada setan yang ngegerakin.
Ada angin kenceng dikit, disangkanya ada setan lewat.
Uang ilang, disangkanya ada tuyul ngambil.
Kenapa kita lebih suka mencari setan ketimbang mencari Tuhan?Kenapa kita selalu membawa-bawa setan kemana-mana? Kenapa kita lebih suka menjelaskan sesuatu dengan hal-hal yang berbaru mistis? Mulai sekarang, cobalah menjelaskan sesuatu dengan logika.
6. Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan
Abis minum sambil naik motor. Terus botolnya langsung dilepas ke jalan.
Abis bersin di mobil, buka kaca. Buang tisu. 
Abis beli ciki-ciki gopean, langsung dimakan. Ciki abis, lepas tangan. Bungkusnya jatoh begitu aja. 
Apa susahnya sih buang sampah di tempat seharusnya? kenapa sih banyak orang yang bisa sebegitu mudahnya nganggep buang sampah adalah hal sepele. 
Padahal nih, yah, buang sampah sembarangan tuh sudah dengan jelasnya mencerminkan karakter yang nggak bertanggung jawab, kotor dan nggak pedulian. 
Jangan pernah pacarin siapapun yang buang sampah sembarangan! 
terus, kalau di tengah jalan ada orang yang buang sampah sembarangan, plorotin aja celananya! kalau dia marah, bilang aja, "Oh, gue kira lo nggak punya malu. Soalnya tadi aja lo buang sampah tapi tetep asik." 
Pokoknya gitu deh. Ada banyak kebiasaan yang sebenernya harus diubah. Tapi dicoba 6 kebiasaan diatas dulu ;)
Oleh: Beatrice Silvia
Sumber: www.provoke-online.com